Hubungan Genset dengan Panel AMF ATS

Di era yang modern ini, pemadaman listrik bukanlah hal yang perlu untuk diresahkan lagi. Dengan teknologi yang berkembang, kebutuhan daya listrik dapat kita peroleh melalui genset. Genset merupakan alat yang dapat menghasilkan daya listrik. Di pasaran, ada jenis dan tipe genset yang berbeda. Genset tipe silent dan tipe open menjadi tipe genset yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini. Genset open disebut pula dengan nama genset terbuka. Hal ini lantaran genset tidak dilengkapi dengan kanopi. Genset silent merupakan genset yang dilengkapi dengan kanopi dan busa peredam. Ketika kita menggunakan genset ini, kita tidak akan mendengar suara yang bising akibat keberadaan busa beredam. Di dalam kinerjanya, genset dapat dibekali dengan perangkat khusus. Perangkat khusus yang dimaksud adalah panel AMF ATS terbaik. Panel ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan kinerja dari generator set.

Genset yang merupakan penghasil daya listrik ini dapat dioperasikan secara manual. Pada saat pengoperasian, kita harus menyalakan genset secara pribadi ketika terjadi pemadaman. Jika ingin menghidupkan genset secara otomatis, kita dapat mengandalkan panel AMF ATS. Panel ini dapat membantu kita untuk mengoperasikan genset secara otomatis. Panel ATS atau Automatic Transfer Switch merupakan rangkaian listrik yang berperan sebagai saklar. Jika terjadi pemutusan daya listrik mendadak, panel ini akan bekerja secara otomatis memindahkan sumber listrik dari genset. Genset di sini memiliki peran sebagai sumber listrik yang baru. Ketika daya lisrik dari sumber utama menyala kembali, panel ATS juga akan memutus sumber daya dari genset secara otomatis. Kita nantinya akan kembali menggunakan sumber listrik yang berasal dari pihak PLN. Perubahan sumber daya listrik terjadi secara otomatis tanpa harus kita melibatkan diri.

Cara kerja dari panel ATS ketika berhubungan dengan genset ada baiknya untuk kita ketahui. Dengan begitu, kita nantinya tidak perlu merasa cemas ketika menggunakan genset pada saat pemadaman listrik terjadi. Jika ingin memasang panel secara otomatis, kita harus memastikan terlebih dahulu jika panel ATS tidak berada dalam keadaan manual. Pada saat kondisi otomatis, panel nantinya akan bekerja sendiri ketika dibutuhkan. Komponen yang membuat genset hidup sendiri adalah modul AMF. Modul AMF juga harus kita atur secara otomatis. Keberadaan modul ini bersatu dengan bagian generator set. Panel ATS nantinya akan mengirim perintah atau sinyal kepada panel AMF untuk menyala. Ketika lampu padam, genset nantinya akan menyala secara otomatis.

Membahas mengenai panel AMF ATS, kurang rasanya jika kita belum membahas mengenai panel AMF atau Automatic Main Failure. Panel yang bekerja secara otomatis ini nantinya dapat membuat generator set menyala dan mati sendiri. Dengan kinerja dari panel ini, kita tidak perlu ikut campur dalam mengoperasikan genset nantinya. Pada saat pemadaman listrik terjadi, panel AMF akan menghidupkan generator set secara otomatis. Panel juga akan mematikan genset secara otomatis jika sumber listrik dari PLN terhubung kembali. Peristiwa ini tentunya dapat membantu kita untuk mengoperasikan genset secara otomatis. Dengan panel ini, kegiatan menyalakan dan mematikan generator set tidak perlu kita lakukan secara pribadi. Kebutuhan akan daya listrik dapat terpenuhi dengan baik akibat kinerja dari kedua jenis panel yang bekerja pada genset. Jika kita tidak ingin direpotkan dengan pengoperasikan generator set, kita sebaiknya mengatur panel AMF dan panel ATS secara otomatis.

Peran Penting Panel AMF ATS

Generator set memiliki peranan yang sangat penting ketika pemadaman listrik terjadi. Dengan alat ini, kebutuhan daya listrik dapat terpenuhi dengan baik. Berbicara mengenai genset, ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan kinerja genset. Alat penghasil daya listrik ini pada dasarnya dapat bekerja secara manual atau otomatis. Pada pengoperasian genset, panel AMF ATS memiliki peranan yang cukup penting. Perlu untuk diketahui, kedua jenis panel ini memiliki kaitan yang erat dengan pengontrolan kinerja genset. Genset nantinya dapat bekerja secara otomatis atau manual dengan adanya keberadaan kedua jenis panel. Jika kita memperhatikannya dengan baik, panel ini memiliki peranan yang sangat penting. Guna mengetahui kejelasan akan peranan panel, simak penjelasannya di bawah ini.

Sesuai dengan penjelasan di atas, panel AMF ATS terbaik memiliki peranan dalam melakukan pengoperasian genset. Panel ini dapat mematikan atau manyalakan aliran listrik secara otomatis. Pada saat aliran listrik dari pihak PLN terputus, panel AMF nantinya akan menyalakan generator set secara otomatis. Jika aliran listrik dari PLN terhubung kembali, panel ini akan mematikan genset secara otomatis. Panel AMF atau Automatic Main Failure tentunya memiliki peranan yang sangat vital dalam menyuplai energi listrik ketika terjadi pemadaman. Kita dapat menghemat waktu dan tenaga dengan adanya kinerja dari panel AMF maupun panel ATS. Panel ATS atau Automatic Transfer Switch juga memiliki peranan yang sangat penting. Dengan panel ini, kita tetap akan mendapatkan daya listrik meskipun terjadi pemadaman. Panel akan mendapatkan energi listrik dari sumber lainnya, selain dari PLN. Sumber yang dimanfaatkan oleh panel ini adalah generator set. Panel akan mengambil sumber energi listrik dari generator secara otomatis. Panel juga akan terputus dari genset secara otomatis jika sumber daya dari pihak PLN menyala kembali.

Panel AMF ATS yang bekerja otomatis sangat membantu kita untuk mendapatkan energi listrik yang dibutuhkan. Tanpa keberadaan panel ini, kita nantinya harus bekerja secara manual untuk menghidupkan atau menyalakan genset yang ada di rumah. Melalui panel ini, secara tidak langsung kita memerintahkan generator set untuk hidup secara otomatis dan memenuhi kebutuhan daya listrik yang dibutuhkan. Dengan panel ini, kita tidak perlu lagi menyalakan genset secara pribadi ketika pemadaman listrik terjadi. Hal ini pula yang menyebabkan kita dapat menghemat waktu dan tenaga. Kebutuhan energi listrik dapat terpenuhi secara alami dengan adanya panel AMF dan panel ATS. Selain dapat disetel secara otomatis, panel juga dapat dipasang secara manual. Pemasangan panel dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Dalam keadaan darurat, panel ATS dan AMF merupakan solusi yang praktis. Kita tidak perlu merasa cemas jika berhadapan dengan pemadaman listrik akibat keberadaan kedua jenis panel. Pekerjaan atau aktifitas yang mengharuskan kita untuk mendapatkan energi listrik selama 24 jam dapat terpenuhi dengan baik akibat kinerja dari panel ATS dan panel AMF yang kita pasang pada genset. Dari penjelasan mengenai panel ini, kita dapat mengetahui dengan jelas akan peranan dari panel. Kita juga dapat menilai bahwa genset memiliki manfaat yang sangat baik ketika pemutusan aliran listrik terjadi. Kebutuhan akan energi listrik dapat terus terpenuhi  akibat keberadaan generator set. Tanpa penghasil daya ini, aktifitas atau pekerjaan yang kita miliki tidak dapat dilakukan dengan baik. Karena itulah, penting rasanya menempatkan genset di rumah.

Pemahaman Akan Panel AMF ATS

Apakah Anda memiliki genset di rumah? Genset yang merupakan penghasil daya listrik ini dilengkapi dengan panel-panel. Panel pada genset dirancang guna mengontrol penggunaan genset. Genset yang ada sekarang ini dapat dikontrol secara manual dan otomatis. Panel yang berguna untuk mengontrol penggunaan genset dikenal dengan nama panel AMF ATS terbaik. Panel AMF atau Automatic Main Falure merupakan rangkaian elektronik panel yang membuat genset dapat dimatikan dan dinyalakan secara otomatis. Dengan panel ini, genset dapat dioperasikan tanpa adanya campur tangan manusia. Ketika pemadaman listrik terjadi, panel akan langsung bekerja dan membuat genset dapat menyala dengan sendirinya. Kebutuhan listrik Anda dapat langsung terpenuhi berdasarkan dengan kondisi ini. Sebaliknya, panel AMF nantinya akan mati secara otomatis jika asupan listrik dari PLN terisi kembali.

Panel AMF dapat memberikan bantuan nyata kepada Anda ketika masalah asupan listrik terjadi. Anda tidak perlu merasa kerepotan untuk memanfaatkan genset akibat keberadaan panel ini. Tidak hanya dapat menghemat energi, Anda dapat menghemat waktu dan terhindar dari kerugian yang disebabkan oleh pemadaman listrik. Tidak hanya itu, Anda juga akan mendapatkan manfaat panel AMF lainnya, seperti:

  1. Solusi praktis ketika berhadapan dengan kondisi darurat. Lingkungan pekerjaan yang mmbuat Anda membutuhkan asupan listrik selama 24 jam membuat keberadaan panel AMF sangatlah penting. Anda tidak perlu merasa cemas untuk mendapatkan asupan energi listrik. Dengan panel AMF, energi listrik dapat Anda peroleh dengan mudah.
  2. Dapat disetel otomatis dan manual. Tidak hanya dapat dipasang secara otomatis, panel AMF juga dapat Anda pasang secara manual. Ada banyak manfaat yan akan Anda peroleh selama pemasangan manual dan otomatis.

Jika membahas mengenai panel AMF ATS, Anda juga harus paham mengenai cara kerja dari panel tersebut. Dengan mengetahui cara kerja, Anda nantinya dapat memanfaatkan keberadaan panel dengan baik. Untuk panel ATS misalnya, pertama-tama Anda harus memastikan jika panel berada pada kondisi otomatis terlebih dahulu. Pada kondisi otomatis, panel nantinya akan bekerja dengan sendirinya. Komponen yang kelak memerintahkan generator set menyala otomatis bukanlah ATS tetapi modul AMF. Modul pada genset juga dipasang secara otomatis. Jika diperhatikan dengan baik, panel AMF bersatu dengan genset. Panel ATS nantinya akan mengirimkan sinyal kepada panel AMF agar menyala. Ketika terjadi pemadaman, genset nantinya akan menyala secara otomatis.

Panel kontrol yang ada pada genset berperan penting dalam kinerja generator set. Pengoperasian genset hanya dapat bekerja dengan baik akibat keberadaan panel kontrol. Panel kontrol yang terletak pada genset didesain agar dapat bekerja secara manual dan otomatis. Panel AMF ATS menjadi jenis panel yang melengkapi kinerja genset. Kedua jenis panel ini memiliki beberapa perbedaan yang jelas. Guna mengetahui perbedaan yang dimiliki oleh kedua jenis panel, simak ulasannya di bawah ini:

  1. Panel ATS atau Automatic Transfer Switch

Panel ini berperan sebagai saklar ketika pemadaman listrik terjadi secara tiba-tiba. Ketika pemadaman terjadi, panel ini akan bekerja dengan mengambil sumber energi listrik dari genset. Panel ini akan kembali menggunakan energi listrik dari PLN jika pemadaman listrik telah menyala kembali.

  1. Panel AMF atau Automatic Failure

Panel ini dapat membuat genset menyala dan mati secara otomatis. Genset akan menyala ketika pemadaman listrik terjadi. Panel AMF akan membuat genset mati jika energi listrik dari PLN tersalur kembali.

Pengguna Genset Wajib Tahu Perbedaan Genset 3 Phase dengan Genset 1 Phase

Energi listrik merupakan jenis energi yang kita gunakan setiap harinya. Dengan energi listrik, segala macam kegiatan dapat diselesaikan dengan baik. Tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, energi listrik dapat membantu kita untuk menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan. Jika pemadaman listrik terjadi, semua aktifitas yang kita miliki dapat terbengkalai. Guna mendapatkan energi listrik yang cukup, genset menjadi salah satu benda yang dapat kita andalkan. Genset merupakan perangkat yang dapat menghasilkan energi listrik. Alternator dan engine merupakan dua buah perangkat yang ada pada genset. Kedua perangkat inilah yang nantinya dapat menghasilkan daya listrik yang kita butuhkan. Di pasaran, genset disajikan dengan dua pilihan phase yang berbeda. Sebagai pengguna, kita wajib tahu atau mengenal kedua jenis phase yang ada pada genset. Genset 1 phase dan tiga phase merupakan jenis phase yang dimiliki oleh genset.

Genset 1 phase terbaik atau genset fase tunggal dilengkapi dengan satu buah kumparan. Kumparan yang ada pada genset disusun secara seri. Selain memiliki satu buah kumparan, genset ini juga dilengkapi dengan dua buah kabel peneluaran. Kabel pengeluaran ini disebut dengan kabel phase dan kabel netral. Generator set 1 phase ini mampu mengeluarkan tegangan sebesar 220 volt. Tegangan yang dikeluarkan oleh genset diukur melalui titik keluaran kabel netral dan kabel phase. Dengan besar tegangan 220 volt, titik netral pada genset tidak berarti memiliki tegangan sebesar 0 volt dan titik phase memiliki tegangan sebesar 220 volt. Selisih yang dimiliki oleh kedua titik pada genset adalah 220 volt. Hal ini pula yang menyebabkan kedua kabel pengeluaran genset dapat menyala ketika dihubungkan dengan testpen. Jika dibandingkan dengan genset 3 phase, nilai cosphi yang dimiliki oleh genset ini dinilai lebih baik. Generator set memiliki nilai cosphi 1 yang menyebabkan daya aktif dan daya nyata memiliki besaran yang sama.

Genset 3 phase memiliki jumlah kumparan yang lebih banyak. Pada genset, kita dapat menemukan tiga buah kumparan yang dipasang secara bintang. Tidak hanya jumlah kumparan yang lebih banyak, genset 3 phase juga memiliki kabel pengeluaran yang banyak. Pada genset ini, ada  4 buah kabel pengeluaran. Kabel pengeluaran tersebut terdiri dari kabel nol atau netral, kabel phase 1 atau phase R, kabel phase 2 atau phase S dan kabel phase 3 atau phase T. Tegangan keluaran yang dimiliki oleh genset ini sebesar 380 volt. Tegangan keluaran pada genset diukur melalui kabel phase yang berbeda. Kabel phase netral pada genset ini memiliki tegangan sebesar 220 volt. Sedangkan sisinya dikeluarkan oleh kabel pengeluaran yang lainnya. Perbedaan tegangan pada kabel pengeluaran disebabkan oleh gelombang sinus yang berkejaran. Sudut phase pada genset memiliki ukuran 120 derajat.

Jika nilai copshi yang dimiliki oleh genset 1 phase adalah 1, nilai cosphi pada genset 3 phase kurang dari 1. Nilai cosphi yang biasanya dimiliki oleh genset ini adalah 0,8. Dengan nilai cosphi ini, generator set 3 phase mampu mengeluarkan tiga jenis daya yang berbeda. Daya yang dikeluarkan oleh penghasil daya listrik ini dikenal dengan nama daya nyata, daya reaktif dan daya aktif. Akibat nilai cosphi yang kurang dari 1, daya listrik yang dikeluarkan oleh genset tiga phase sebanyak 80 % dari daya yang dimiliki oleh genset.

Kenali Genset 1 Phase dan Genset 3 Phase dengan Baik

Dalam menjalani hidup sehari-hari, listrik menjadi jenis energi yang kita butuhkan. Hampir semua aktifitas yang kita jalankan memiliki hubungan yang erat dengan energi listrik. Penerangan rumah, mengisi daya handphone, menonton televisi hingga bermain game membutuhkan suplay energi listrik. Tanpa energi listrik, kegiatan sehari-hari yang biasa kita lakukan akan terganggu. Selain mendapatkan listrik dari PLN, energi listrik dapat kita peroleh melalui genset. Genset menjadi alat penghasil daya listrik alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan daya listrik dengan baik. Di pasaran, genset terbagi menjadi 2 tipe, yakni genset satu phase dan genset tiga phase. Kedua tipe genset ini memiliki kapasitas tegangan listrik yang berbeda. Genset 1 phase terbaik merupakan genset dengan tegangan listrik sebesar 220 volt sedangkan genset 3 phase memiliki kapasitas tegangan sebesar 380 volt. Jika kita membandingkan kedua tipe genset, ada banyak perbedaan yang dimiliki oleh kedua genset. Untuk mengetahui perbedaan tersebut, simak ulasannya di bawah ini.

Genset satu phase yang memiliki kapasitas tegangan 220 volt ini kerap kali disebut dengan genset fase tunggal. Di dalam genset, kita dapat menemukan dua buah kabel pengeluaran. Kabel pengeluaran tersebut bernama kabel netral dan kabel phase. Genset 1 phase hanya memiliki satu buah kumparan saja dan disusun secara seri. Tegangan yang dimiliki oleh genset ini diukur melalui titik keluaran kabel netral dan kabel phase. Titik netral yang dimiliki oleh generator set 1 phase bukanlah 0. Meskipun begitu, genset memiliki selisih tegangan antara titik netral dan titik phase sebesar 220 volt. Oleh sebab itu, kedua kabel yang ada pada genset nantinya akan menyala ketika kita test dengan menggunakan testpen. Alat penghasil daya listrik ini memiliki nilai cosphi 1 sehingga daya aktif dan daya nyata pada genset memiliki besaran yang sama. Karena genset hanya memiliki satu buah kabel phase, genset dapat mengeluarkan daya listrik maksimal berdasarkan dengan kemampuan daya genset satu phase.

Jika generator set 1 phase memiliki dua buah kabel pengeluaran, genset 3 phase memiliki kabel pengeluaran yang lebih banyak. Genset ini memiliki empat buah kabel pengeluaran yang masing-masing kabel dikenal dengan nama kabel nol, kabel 3 phase, kabel phase 1 dan kabel phase 2. Kabel phase pada genset memiliki simbol phase T, R dan S. Untuk kabel nol, kabel ini diberi simbol N atau netral. Generator set tiga phase dilengkapi dengan 3 buah kumparan. Penghasil daya listrik ini mampu mengeluaran tegangan keluaran sebesar 380 volt. Tegangan keluaran ini diukur melalui titik phase yang berbeda. Tegangan keluaran seebsar 220 volt diukur melalui titik phase netral. Jika generator 1 phase memiliki kumparan yang dihubungan secara seri, kumparan yang ada pada genset ini dihubungan secara bintang.

Tegangan berbeda pada genset 3 phase dapat terhadi akibat gelombang sinus yang berkejaran. Genset memiliki sudut sebesar 120 derajat. Hal inilah yang menyebabkan genset dapat mengeluarkan energi potensial sebesar 380 volt. Titik netral yang dimiliki genset bernilai 0 volt dan diperoleh melalui kumparan bintang pada genset. Nilai tegangan yang ada pada genset ini dapat berubah berdasarkan dengan tegangan yang ada pada kabel phase. Nilai cosphi pada genset ini berbeda dengan genset 1 phase. Genset memiliki nilai cosphi kurang dari 1. Nilai cosphi yang dimiliki oleh genset ini biasanya sebesar 0,8.

Seluk Beluk Genset 1 Phase

Generator set atau lebih dikenal dengan nama genset merupakan sebuah perangkat yang dapat menghasilkan daya listrik. Alasan mengapa penghasil daya listrik ini dikenal dengan nama genset adalah karena keberadaan alternator dan engine pada satu perangkat yang sama. Engine sendiri merupakan alat pemutar sedangkan alternator merupakan perangkat pembangkit daya listrik. Genset banyak dimanfaatkan oleh masyarakat saat ini ketika berhadapan dengan pemadaman listrik. Masyarakat tidak akan kekurangan atau kesulitan untuk mendapatkan daya listrik ketika pemadaman listrik terjadi. Alat yang bermanfaat ini juga dapat menambah kebutuhan daya listrik bagi pengguna yang membutuhkan daya listrik tambahan. Berdasarkan dengan kapasitas tegangan, genset dibagi menjadi dua jenis yakni genset 1 phase terbaik dan generator set 3 phase.

Selain disebut dengan genset 1 phase, alat yang dapat menghasilkan daya listrik ini dikenal pula dengan nama genset fase tunggal. Alternator pada genset satu phase dilengkapi dengan dua jenis kabel keluaran. Kabel keluaran tersebut terdiri dari kabel netral dan kabel phase. Jika memperhatikan alternator pada genset ini, masyarakat dapat menemukan 1 buah kumparan yang dihubungkan secara seri. Untuk output voltage atau tegangan keluaran, genset ini memiliki tegangan keluaran sebesar 220 volt. Besar tegangan ini diukur melalui titik keluaran kabel netral dan kabel phase. Titik netral yang dimiliki oleh generator set 1 phase memiliki nilai potensial bukan 0. Meskipun demikian, selisih titik potensial diantara kedua kabel keluaran genset adalah 220 volt. Tak mengherankan jika kedua kabel yang ada pada genset akan menyala ketika ditest dengan menggunakan testpen. Meskipun menyala, kedua kabel keluaran memiliki nilai tegangan yang tidak sama.

Prinsip kerja dari generator set 1 phase adalah mengubah energi yang berasal dari bahan bakar ke energi mekanik. Energi mekanik selanjutnya akan dibuah oleh genset sehingga memproduksi daya listrik. Generator ini dihadirkan dengan dua jenis tipe, yakni generator DC dan generator AC. Generator AC atau alternator mampu menciptakan listrik bolak balik. Generator DC menghasilkan arus listrik yang searah. Karena dapat menghasilkan daya listrik, genset ini tidak hanya dapat digunakan untuk memenuhi listrik rumah tangga saja melainkan juga memenuhi kebutuhan listrik perkantoran, pabrik, rumah sakit dan bangunan besar lainnya. Genset juga sangat tepat digunakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan kesulitan untuk mendapatkan saluran listrik dari PLN. Karena manfaatnya yang sangat baik bagi masyarakat, ada banyak masyarakat yang telah melengkapi rumahnya degan generator set 1 phase.

Sebelum menggunakan genset, masyarakat terlebih dahulu harus mengisinya dengan bahan bakar. Bahan bakar yang banyak digunakan untuk genset adalah solar dan bensin. Genset yang menggunakan solar sebagai bahan bakar utamanya memiliki torsi yang besar. Masyarakat tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli bahan bakar solar karena harga beli dari bahan bakar ini terbilang cukup bersahabat. Genset 1 phase juga dapat bekerja dengan menggunakan bahan bakar bensin. Untuk menggunakan bahan bakar ini, masyarakat perlu mengeluarkan dana yang lebih banyak ketimbang ketika menggunakan bahan bakar solar. Meskipun begitu, genset yang menggunakan bahan bakar ini memiliki kebisingan yang rendah. Kinerja genset dapat lebih lama bertahan ketika menggunakan bahan bakar bensin. Masyarakat dapat memilih bahan bakar berdasarkan dengan kebutuhan. Jika ingin genset dapat bekerja dalam waktu yang lama, bensin menjadi jenis bahan bakar yang tepat untuk digunakan.